Skip to main content

Frame By Frame & Lip Sycronation

III.1 Animasi Frame by Frame

A. Frame by Frame

Frame by frame adalah teknik pembuatan animasi dengan menggunakan rangkaian gambar diam yang berurutan (sequence) frame demi framenya, sehingga menciptakan ilusi berupa pergerakan karakter. Pada setiap framenya berisi gambar diam yang dimainkan secara berurutan dan bergerak melintasi stage, bentuk atau pose gambar akan berubah di dalam keyframe yang ditandai dengan titik hitam dalam frame.

alt text

Animasi frame-by-frame melibatkan penggambaran setiap frame secara manual, berikut ciri-ciri animasi frame-by-frame :

  1. Melibatkan penggambaran setiap frame secara manual.
  2. Dapat menghasilkan animasi yang sangat halus dan detail.
  3. Membutuhkan waktu dan usaha yang lebih banyak karena setiap frame harus digambar secara manual.
  4. Dapat digunakan untuk animasi perubahan bentuk secara dinamis seperti efek gerakan air, api, ledakan, dan sebagainya Dengan demikian, animasi frame-by-frame memungkinkan untuk detail yang lebih tinggi.

B. Kelebihan dan Kekurangan Animasi Frame by Frame

Kelebihan animasi frame-by-frame adalah dapat menghasilkan animasi yang sangat halus dan detail karena setiap perubahan gerakan atau bentuk objek diletakkan pada frame secara berurutan. Selain itu, metode ini memungkinkan animator untuk memiliki kontrol penuh atas setiap frame animasi. Sedangkan kekurangan animasi frame-by-frame adalah membutuhkan waktu dan usaha yang lebih banyak untuk membuat animasi karena setiap frame harus digambar secara manual. Selain itu, animasi frame-by-frame juga dapat menghasilkan file yang besar ukuranya.

III.2 Lip Sycronation

Dalam istilah paling sederhana, sinkronisasi bibir bisa disebut sebagai proses dan cara untuk mensinkronisasikan suara ke karakter di animasi. Sinkronisasi bibir membawa karakter menjadi lebih hidup serta membuat merekan terlihat seperti berbicara. Proses sinkronisasi bibir dalam animasi termasuk dialog dan juga grafik mulut. Dialog dipecah menjadi suku kata fonetik serta bingkai yang berisi suku kata ini dapat diakses. Animasi ialah gambar bergerak dan berbicara dan kehidupan ini datang dari dialog bahwa mereka berbicara. Maka, untuk membuat ini terlihat seperti asli berbicara, sinkronisasi bibir yang sempurna sangat penting, pada Adobe Animate 2019 terdapat terdapat fitur auto lip sync, fitur tersebut otomatis menyeseuaikan dengan audio untuk mendapat gerakan mulut, jadi tidak perlu memyesuaikannya secara manual dan hanya perlu menyiapkan bentuk mulut untuk otomatis lip sync.

alt text

Untuk membuat lip sync perlu tahu posisi-posisi mulut saat mengeluarkan suara tertentu, bentuk mulut memperlihatkan huruf yang diucapkan, contoh seperti dalam kolom fitur auto lip sync diatas terdapat bentuk mulut karakter yang berbeda sesuai dengan pelafalan "Ah, D, Ee, F, L, M, dst"

III.3 Langkah-Langkah Animasi Frame by Frame

1. Buka Adobe Animate CC 2019, pilih Open untuk membuka project BAB 3 yang sudah dibuat sebelumnya.

alt text

2. Tampilan halaman Project BAB 2 di Adobe Animate CC.

alt text

3. Save As terlebih dahulu, isikan nama sesuai keinginan.

alt text

4. Sebelum masuk ke praktik pembuatan frame by frame, kita akan membuat bagian bayangan dari karakter terlebih dahulu. Pada bagian layer Character klik kanan dan pilih Duplicate Layers.

alt text

5. Posisikan layer Duplicate dibawah layer Character. Ubah namanya menjadi ‘Bayangan’ dan kunci layer “Character”.

alt text

6. Klik Frame 1 Layer Bayangan , ubah bentuk objek Bayangan Karakter seperti dibwah ini menggunakan Free Transform Tool(Q).

alt text

7. Klik Frame 1 layer ‘Bayangan’, pergi ke Properties > Filter kemudian Add Filter dan pilih Drop Shadow.

alt text

8. Pada Filter Drop Shadow, ubah Strength menjadi 50% dan centang Hide Object seperti gambar dibawah ini

alt text

9. Hasilnya akan terlihat seperti ini.

alt text

10. Klik kanan Frame 1 layer ‘Bayangan’ pilih Copy Frame.

alt text

11. Klik Frame 215 layer ‘Bayangan_Karakter’, klik kanan pilih Paste and Overwrite Frames.

alt text

12. Tetap berada di Frame 215, sekarang geser objek bayangan dari kiri ke kanan hingga sejajar dengan objek karakter.

alt text

13. Sekarang kita masuk ke pembuatan Frame by frame. Buat Later Baru diatas layer Jalan bernama Burung.

alt text

14. Pada Frame 1 layer Burung, Klik File, pilih Import > Import to Stage untuk mengimport gambar bahan.

alt text

15. Pilih file gambar bernama ‘Red_Bird1.png’, lalu klik open.

alt text

16. Karena gambar terdeteksi sebagai sequence yang berurutan, maka klik saja No pada kotak dialog seperti dibawah ini.

alt text

17. Pada Tools Bar pilih Window

alt text

18. Atur nilai posisi objek ‘Burung’ menjadi -30.

alt text

19. Sementara biarkan ukurannya besar.

alt text

20. Kemudian klik kanan gambar tersebut, pilih Convert to Symbol.

alt text

21. Isikan nama ‘Burung’ dan ubah Type-nya menjadi Graphic, kemudia klik OK.

alt text

22. Double klik gambar Burung tersebut, disini kita akan membuat sebuah animasi frame by frame Burung.

alt text

23. Pastikan Frame 2 sudah diklik, kemudian insert keyframe, kemudian lakukan Import dan pilih file gambar dengan nama ‘.png’, lalu pilih Open.

alt text

24. File gambar akan terdeteksi sebagai gambar berurutan, jika kotak dialog seperti ini muncul, pilih Yes.

alt text

25. Maka setiap gambar akan terpisah dalam setiap frame.

alt text

26. Kemudian cek pada frame 1, terdapat objek burung yang tertimpa.

alt text

27. Hapus salah 1 object burung pada frame 1.

alt text

28. Blok keyframe ke-2 sampai 6, kemudian drag ke kanan dengan jarak 2 frame.

alt text

29. Lakukan hal yang sama pada keyframe ke-3 dan seterusnya dengan jarak 2 frame.

alt text

30. Aktifkan Onion Skin (Alt+Shift+O) agar gambar di keyframe sebelumnya terlihat dan mempermudah untuk dianimasikan.

alt text

31. Kembali ke scene 1, kecilkan ukuran object Red Bird.

alt text

32. Kemudian pada frame 215, insert Keyframe.

alt text

33. Geser object Burung seperti dibawah ini pada frame 215.

alt text

34. Kemudian diantara frae 1-215, klik kanan salah satu frame, kemudian create classic Tween.

alt text

35. Tekan Ctrl + Enter untuk melihat hasil animasi.

alt text

III.4 Langkah-langkah Lip Sycronation

1. Pada Layer Character, Double Klik pada Character unutk masuk ke Scene Character.

alt text

2. Double klik terus pada bagian mulut, untuk masuk ke Sceen seperti di bawah ini dan gunakan Free Transform Tools(Q) untuk menghapus bagian mulut.

alt text

3. Kembali ke Scene Character.

alt text

4. Buat layer baru bernama Mulut

alt text

5. Pada frame 1 layer mulut, pilih File > Import > Import to Stage.

alt text

6. Cari folder file Mulut, buka dan pilih gambar bernama ‘1.png’, jika sudah pilih Open.

alt text

7. Karena gambar terdeteksi sebagai sequence yang berurutan, maka klik saja No pada kotak dialog seperti dibawah ini.

alt text

8. Sementara biarkan ukurannya besar. Kemudian klik kanan gambar tersebut, pilih Convert to Symbol.

alt text alt text

9. Klik frame 2 layer ‘Layer_1’ dan klik kanan > Insert Blank Keyframe.

alt text

10. Kemudian pilih File Cari folder file Mulut, buka dan pilih gambar bernama ‘2.png’, jika sudah pilih Open.

alt text

11. Gambar akan terdeteksi sebagai sequence berurutan, pilih Yes, maka gambar mulut akan berada pada keyframe tersendiri.

alt text

12. Kembali ke Scene Character, kemudian perkecil ukuran mulut dan posisikan gambar mulut pada wajah.

alt text

13. Double klik pada mulut, unutk kembali lagi ke sceen mulut, Aktifkan Onion Skin, kemudian rapikan posisi dan ukuran mulut.

alt text

14. Kembali ke scene ‘Character’. Pada frame 30 layer mulut insert Keyframe.

alt text

15. Buat Layer baru diatas layer mulut, beri nama Audio.

alt text

16. Lakukan Import dan cari file audio bernama ‘Voice.mp3’.

alt text

17. Klik pada gambar mulut, kemudian pada properties pilih Lip Syncing. Maka akan muncul jendela Lip Sync, klik bagian ‘Ah’ maka yang sebelumnya sudah memasukkan gambar mulut akan otomatis muncul.

alt text

18. Masukkan satu persatu gambar tersebut sesuai urutan, kemudian pada Sync with Audio pilih layer ‘Audio’ yang sudah diimport file audio sebelumnya. Klik Done, maka adobe animate akan otomatis mensiknkronkan Gerakan mulut sesuai dengan audio.

alt text

19. Setelah dilakukan Lip sycronation hasilnya akan seperti ini.

alt text

20. Kembali ke Scene 1, dan buat layer baru bernama Audio.

alt text

21. Lakukan Import dan cari file bernama ‘voice.mp3’, jika sudah pilih Open.

alt text

22. Akan muncul window seperti ini, pilih replace existing items. Kemudian OK

alt text

23. Tekan Ctrl + Enter untuk melihat hasil animasi.

alt text