Skip to main content

Pengenalan Game dan Unity

6.1 Game

A. Pengertian Game

Game adalah suatu aktivitas yang dapat dimainkan dengan aturan tertentu, di mana ada pemenang dan kalah, biasanya dilakukan secara santai atau untuk menyegarkan pikiran. Ini juga merupakan metode pembelajaran yang melibatkan analisis interaksi antara pemain atau individu, menunjukkan strategi-strategi yang rasional.

Dalam konteks permainan, terdapat seperangkat aturan yang menciptakan situasi bersaing antara dua hingga beberapa orang atau kelompok. Pemain harus memilih strategi untuk memaksimalkan kemenangan mereka atau meminimalkan kemenangan lawan. Aturan-aturan ini mengatur kemungkinan tindakan yang dapat diambil oleh setiap pemain, memberikan informasi tentang kemajuan permainan, dan menentukan kemenangan atau kekalahan dalam berbagai situasi.

Setiap permainan juga memiliki tujuan atau target sebagai penentu pencapaian pemain. Meskipun awalnya dirancang sebagai hiburan dan penyegaran dari aktivitas yang melelahkan, beberapa permainan kadang-kadang dapat menimbulkan beban tambahan bagi pemain.

Asal-usul kata "game" berasal dari bahasa Inggris yang berarti permainan. Game, secara umum, adalah kegiatan rekreasi dengan tujuan bersenang-senang, mengisi waktu luang, atau berolahraga ringan, yang dapat dilakukan sendiri atau bersama-sama. Game memiliki karakteristik menyenangkan, memotivasi, membuat kecanduan, dan kolaboratif, sehingga digemari oleh banyak orang.

Dalam setiap game, terdapat peraturan yang berbeda untuk memulai permainan, membuat jenis game semakin bervariasi. Sebagai sarana penghilang stres atau rasa jenuh, hampir semua kalangan, mulai dari anak kecil, remaja, hingga dewasa, senang bermain game.

B. Sejarah Game

1. Teknologi game pada generasi pertama (1952-1975)

a. Tic-Tac-Toe (1952)

Tic-Tac-Toe, juga dikenal sebagai OXO atau permainan jempol kelingking, adalah permainan papan yang melibatkan dua pemain yang bergantian menandai kotak pada grid 3x3. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan tiga simbol berurutan (X atau O) baik secara horizontal, vertikal, atau diagonal. Pada awalnya, permainan ini dikenal dengan nama "Noughts and Crosses" di Inggris. Konsepnya sangat sederhana, dan permainan ini segera menjadi populer di kalangan anak-anak. Namun, kemudian nama-nama yang berbeda mulai digunakan di berbagai negara. Di Amerika Serikat, permainan ini lebih dikenal sebagai Tic-Tac-Toe, merujuk pada tanda-tanda X dan O yang digunakan untuk menandai setiap langkah. Pada tahun 1952, A.S. Douglas, seorang mahasiswa Universitas Cambridge, menciptakan versi komputer dari Tic-Tac-Toe yang disebut OXO. Ini dianggap sebagai salah satu permainan video tertua di dunia. Douglas mengembangkan OXO untuk menunjukkan potensi interaksi manusia dengan komputer, dan permainan ini dijalankan pada komputer EDSAC yang menggunakan tabung vakum dan layar CRT (Cathode Ray Tube).

alt text

b. Tennis For Two (1958)

Pada tahun 1958, fisikawan William Higinbotham menciptakan "Tennis for Two" sebagai bagian dari acara "Visitor's Day" di Brookhaven National Laboratory di Long Island, New York. Permainan ini, yang menampilkan simulasi tenis dua dimensi, menjadi salah satu permainan video paling awal dalam sejarah komputasi. Dengan menggunakan oscilloscope sebagai layar tampilan, pemain dapat mengendalikan pemain tenis dan memukul bola, menampilkan kemajuan dalam pengembangan grafika dan interaktivitas pada masa itu. Meskipun hanya dimainkan oleh pengunjung laboratorium selama acara tertentu, "Tennis for Two" menarik perhatian sebagai inovasi yang menandai langkah awal dalam interaksi manusia dengan teknologi komputasi untuk tujuan hiburan. Permainan ini, meskipun sederhana, memiliki dampak penting sebagai salah satu tonggak awal dalam perkembangan industri permainan video yang akan terus berkembang dalam beberapa dekade mendatang.

alt text

c. SpaceWar (1961)

Pada tahun 1961, Steve Russel mengembangkan sebuah permainan yang disebut Spacewar saat belajar di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Proyek ini dibuat pada komputer mainframe DEC PDP-1, sebuah teknologi yang pada waktu itu masih dianggap sebagai barang mewah. Inspirasi untuk menciptakan game ini berasal dari kisah fiksi ilmiah berjudul Skylark yang ditulis oleh Edward E. Smith. Dengan memanfaatkan kemampuan komputer dan fitur mainframe MIT PDP-1 yang biasa digunakan untuk perhitungan statistik, Steve Russel berhasil menciptakan game Spacewar.

alt text

2. Teknologi game pada generasi kedua (1976-1983)

Pada masa ini dikenal dengan hadirnya grafik 8 bit dalam sejarah komputer dan video game. Generasi kedua dalam sejarah permainan video merujuk pada periode waktu sekitar pertengahan 1970-an hingga pertengahan 1980-an. Pada masa ini, industri game mengalami perkembangan yang signifikan dari generasi pertama yang lebih sederhana.Karena di tahun 1976, teknologi game berhasil dihidupkan kembali oleh Fairchild bersama karyanya yaitu VES (Video Entertainment System). Pada tahun ini juga sudah banyak bermuculan perusahaan yang menciptakan teknologi game seperti Attari

alt text

3. Teknologi game pada generasi ketiga (1983-1986)

Pada tahun 1983, industri permainan video di Amerika Serikat mengalami kemunduran, sementara di sisi lain, sebuah perusahaan permainan di Jepang, Nintendo, merilis konsol game yang dikenal sebagai Nintendo Entertainment System (NES) atau Famicom. Pada era ini, penggunaan gamepad atau joypad pada konsol-konsol game menjadi lebih umum dan populer, menggantikan penggunaan controller klasik seperti joystick, keypad, dan paddle. Generasi konsol ketiga ini membawa ke permukaan berbagai genre permainan yang lebih bervariasi. Beberapa contohnya termasuk permainan peran (RPG) seperti The Legend of Zelda, Final Fantasy, dan Dragon Quest yang mulai mendapatkan pengakuan di masyarakat. Selain itu, genre permainan lain seperti stealth diwakili oleh karya Hideo Kojima, Metal Gear, serta permainan horor seperti Sweet Home yang dikembangkan oleh Capcom juga mulai dikenal.

alt text

4. Teknologi game pada generasi keempat (1988-1993)

Generasi keempat dalam sejarah permainan video meliputi periode sekitar pertengahan 1980-an hingga pertengahan 2000-an, ditandai oleh kemajuan teknologi perangkat keras dan perangkat lunak, serta perubahan dalam model bisnis industri game. Pada tahun 1988, Nintendo memperkenalkan konsol game 16 bit yang membawa revolusi dalam aspek-aspek seperti gameplay, tata suara, dan grafik. SEGA juga merilis game terkenal, Sonic the Hedgehog, yang menjadi pesaing utama Super Mario dengan kualitas gameplay dan grafik yang lebih unggul. Sega Mega Drive atau Genesis, konsol game buatan SEGA, meraih kesuksesan besar pada tahun 1988. Menyusul kesuksesan tersebut, Nintendo juga meluncurkan konsol baru mereka, Super Nintendo Entertainment System (SNES), pada tahun 1990. Kedua konsol ini menampilkan teknologi yang canggih untuk menghasilkan visual yang lebih baik. Kedua perusahaan ini bersaing sengit dengan merilis berbagai game keren, termasuk seri Sonic the Hedgehog, Chrono Trigger, Super Mario World, Streets of Rage (Bare Knuckle), Golden Axe, dan banyak lainnya. Selain itu, keduanya juga mencoba memanfaatkan kemampuan 3D dengan merilis game seperti Virtua Racing di Sega Mega Drive dan Star Fox di SNES. Periode ini mencerminkan rivalitas sengit antara Nintendo dan SEGA dalam industri permainan video

alt text

5. Teknologi game pada generasi kelima (1994-1999)

Pada era ini, Sony memperkenalkan konsol game berbasis CD, yang kemudian diikuti dengan peluncuran Playstation menggunakan teknologi 32 bit. Konsol berbasis CD dari Sony menjadi salah satu konsol game terlaris, mengatasi persaingan dengan Nintendo dan SEGA. Respons terhadap keberhasilan Sony mendorong Nintendo untuk merilis konsol baru, yaitu Nintendo 64, sementara SEGA meluncurkan SEGA Saturn, keduanya diciptakan dengan tujuan mengatasi dominasi konsol buatan Sony.

alt text

6. Teknologi game pada generasi keenam (2000-2010an)

Perusahaan Sony terus mengukuhkan dominasinya dengan merilis konsol game terbaru, yaitu Playstation 2 yang berbasis DVD dan menampilkan kualitas grafis yang jauh melampaui konsol milik Nintendo dan SEGA. Playstation 2 meraih keberhasilan besar, meninggalkan teknologi game dari pesaing-pesaingnya dalam beberapa generasi sebelumnya. Meskipun SEGA mengakui kekalahan dalam persaingan yang sengit, satu-satunya pesaing yang mampu menyaingi Sony adalah konsol Xbox yang dikembangkan oleh Microsoft. Sebagai hasilnya, SEGA memilih untuk beralih fokus dan lebih berkonsentrasi pada pembuatan game untuk konsol.

7. Teknologi game pada generasi keenam (Sekarang)

Kompetisi antara tiga perusahaan teknologi konsol game terkemuka, yaitu Sony, Microsoft, dan Nintendo, terus berlanjut dengan peluncuran konsol-konsol terbaru. Sony melanjutkan kesuksesan Playstation dengan merilis Playstation 4 dan terus berkembang ke Playstation 5. Nintendo berusaha memperkuat posisinya dengan meluncurkan Nintendo Switch, sementara Microsoft memperkenalkan Xbox 360 dan melanjutkannya hingga ke Xbox One. Selain konsol, permainan video saat ini juga semakin merambah ke sistem desktop dan komputer pribadi, menunjukkan perkembangan yang pesat dalam industri game.

alt text

C. Jenis-Jenis Game

1. Game Arcade

Arcade Games adalah permainan yang biasanya ditemukan di pusat permainan (arcade) dan dimainkan pada mesin khusus. Contohnya : ding - dong

2. Game Personal Computer (PC)

PC Games adalah permainan yang dimainkan pada komputer pribadi. Dapat mencakup berbagai genre yang memberikan pengalaman bermain yang lebih mendalam dengan grafis dan kontrol yang lebih kompleks

3. Game Mobile

permainan yang dimainkan pada perangkat seluler seperti ponsel atau tablet. Sering kali dirancang untuk sesi permainan yang singkat. Contohnya : Mobile Legend, Apex Legend, Free Fire

4. Game Console

permainan yang dimainkan pada konsol game dirancang khusus untuk platform konsol dan biasanya menggunakan kontroler khusus Contohnya : Xbox, PlayStation

5. Game Handheld

Jenis game tersebut dapat dimainkan di console khusus video game dengan ukuran yang terbilang kecil, mudah dibawa kemana-mana, Contohnya : Nintendo switch, psp, gameboy

6. Game VR

Virtual Reality Games adalah permainan yang dimainkan dalam lingkungan virtual menggunakan headset VR yang dapat memberikan pengalaman nyata di mana pemain merasa seolah-olah berada di dalam permainan Contohnya : Oculus Rift, Valve Index

D. Genre Game

1. Adventure (Petualangan)

Genre game ini, sesuai dengan namanya, menitikberatkan pada petualangan di mana pemain mengendalikan karakter untuk menjelajahi berbagai lingkungan, seperti hutan belantara atau bangunan, dan menyelesaikan misi tertentu. Fokus utamanya adalah pada pengalaman petualangan dan perkembangan cerita yang kuat. Pemain diharapkan memiliki game sense untuk menemukan petunjuk berikutnya dalam permainan. Sebagian besar game dalam genre ini menawarkan pemain kebebasan untuk memengaruhi perkembangan cerita, bahkan hingga menentukan ending game. Terdapat dua jenis utama dalam genre Role-Playing Game (RPG), yaitu Action RPG dan turn-based RPG.

2. Role Playing Game (RPG)

Genre game inimenempatkan penekanan pada peran atau karakter yang diperankan oleh pemain di dalam permainan. Karakter yang biasanya menjadi fokus adalah tokoh utama yang dapat berkembang dan berubah seiring pemain menjalankan permainan. Karakter tersebut dapat mengalami perkembangan sesuai dengan pilihan dan tindakan yang diambil oleh pemain, memberikan pengalaman yang lebih personal dan terlibat dalam permainan.

3. Action Shooting (tembak–menembak)

Game dalam genre ini menampilkan aksi tembak-menembak, pukulan, dan bahkan tindakan tusuk-menusuk, semuanya tergantung pada cerita dan karakter di dalamnya. Genre ini sering kali menawarkan pengalaman bermain yang penuh adrenalin dan menuntut pemain untuk berpartisipasi dalam pertempuran atau konflik yang menegangkan

4. Simulation (Simulasi)

Genre ini menawarkan pengalaman bermain yang menyerupai kenyataan. Semua aspek dalam game dibuat seolah-olah mencerminkan dunia nyata, baik itu mengenai kehidupan manusia Keputusan yang diambil oleh pemain memiliki dampak pada perkembangan karakter yang dimainkan. Pada intinya, genre ini mengajak pemain untuk berpikir strategis

5. Sport game (Olahraga)

Merupakan simulasi dari kehidupan nyata, mengharuskan pemain untuk menggunakan kelincahan dan strategi dalam bermain. biasanya berbentuk kompetisi antara dua pemain atau lebih, yang dapat dilakukan baik secara individu maupun dalam bentuk tim.

6. Fighting (pertarungan)

menampilkan aksi pertempuran di mana pemain dapat memilih karakter dengan kemampuan unik. Setiap karakter memiliki jurus dan keterampilan khusus yang dapat digunakan untuk mengalahkan musuh. Pertarungan biasanya terjadi dalam format satu lawan satu, di dalam arena yang terbatas.

7. Racing game (balapan)

Pemain sepertidapat mengendarai berbagai jenis kendaraan, seperti mobil, motor, atau kendaraan lainnya.. Game ini dirancang untuk memacu adrenalin pemain dengan sensasi kecepatan dan keterampilan mengemudi yang diperlukan

8. Strategy (strategi).

Pemain tidak hanya mengendalikan satu karakter, tetapi dapat memimpin sekelompok orang atau pasukan dengan peran yang beragam. Selain itu, pemain juga dapat terlibat dalam pembangunan, seperti membangun bangunan, pabrik, atau pusat pelatihan tempur, tergantung pada tema cerita atau setting permainan.

E. Unsur-unsur game

1. Fitur

Fitur merupakan elemen-elemen yang menggambarkan game dalam bentuk yang dapat dilihat dan dirasakan oleh pemain.

2. Gameplay

Gameplay menggambarkan cara kerja suatu game, di mana fitur-fitur yang ada membentuk experience bermain yang unik

3. Interface

Interface melibatkan semua elemen tampilan dalam game. Antarmuka yang baik dapat membuat pemain merasa nyaman dan terhibur selama bermain.

4. Rules (Aturan)

Rules adalah beberapa aturan yang mengatur bagaimana pemain berinteraksi dan bermain dalam game.

5. Design Level

Design level mencakup gaya visual, latar belakang, dan alur cerita dalam suatu game, menciptakan pengalaman yang menarik untuk pemain.

6.2 Pengenalan Unity

Unity merupakan sebuah game engine yang berfungsi untuk mengelola berbagai aspek pembuatan game, termasuk gambar, grafik, suara, dan input. Kelebihan utama dari game engine ini terletak pada kemampuannya untuk membuat game baik berbasis 3D maupun 2D dengan antarmuka yang sangat ramah pengguna. Unity juga dikenal sebagai game engine yang mendukung multiplatform, memungkinkan pengembang untuk merilis game mereka ke berbagai platform seperti Standalone (.exe), web, Android, iOS iPhone, dan bahkan perangkat konsol seperti PlayStation dan XBOX. Meskipun terdapat persyaratan lisensi untuk mempublikasikan game ke platform-platform tertentu, Unity menyediakan opsi gratis yang memungkinkan pengguna untuk merilis game dalam bentuk Standalone (.exe) dan web.

Unity 2D sendiri adalah komponen dari Unity yang dirancang khusus untuk memungkinkan developer menciptakan game berbasis dua dimensi. Meskipun Unity dikenal luas untuk kemampuannya dalam pengembangan game 3D, Unity 2D memberikan solusi yang lebih fokus pada project yang memerlukan grafika dan mekanik permainan dua dimensi.

Unity 2D menyediakan berbagai fitur dan alat yang dioptimalkan untuk kebutuhan pengembangan game 2D, dukungan animasi sprite, dan pengaturan kamera yang sesuai untuk game 2D. developer dapat dengan mudah membuat lingkungan permainan, karakter, dan objek - objek lainnya dalam format dua dimensi menggunakan antarmuka (User Interface) yang dirancang untuk mempermudah pemahaman dan penggunaan oleh user tanpa memerlukan penjelasan tambahan atau pelatihan yang cukup sulit

A. Lembar Kerja Unity Editor

alt text

  1. Tools : digunakan untuk memindahkan atau mengubah tampilan pada scene view, memutar game objects, memindah game objects, dan menscale game objects.
  2. Pivot points : untuk memutar dan memposisikan sebuah game object di dalam game
  3. Play, Pause, Next frame : Tombol Play untuk memulai game di dalam editor mode, Tombol Pause untuk menjeda / mempause game, Tombol Next Frame untuk melanjutkan ke frame selanjutnya di dalam game
  4. Hierarchy : adalah tempat semua objek yang ada pada game atau saat sedang di scene termasuk UI, Hierarchy berisikan seluruh game object yang ada di dalam di dalam game scene. Jika di dalam project window adalah aset yang ada di dalam harddisk kita, hiearchy berisikan aset yang kita gunakan di dalam scene. Kita bisa memasukan aset dari project window ke hierarchy dengan cara drag and drop atau kita juga bisa create aset menggunakan drop down create yang ada di toolbar hierarchy.
  5. Scene View : tempat untuk bekerja dengan game objects, seperti models, lights/pencahayaan, colliders, saat membangun scene, di samping scene view terdapat game vier yaitu tempat yang digunakan untuk melihat / preview dan memainkan game kita saat sedang progress pembuatan / develop
  6. Project : adalah tempat yang digunakan untuk menyimpan semua file yang digunakan untuk membuat game seperti scenes (game levels), prefabs, sounds, scripts, fonts, gambar, animasi dan lain-lain
  7. Inspector : tempat yang dimana dapat diguakan untuk mengkostumisasi properti yang ada pada game object, inspector bisa berbeda tampilan dan fungsinya untuk tiap komponen yang berbeda. Inspector bisa menampilkan informasi dari player setting, asset, game object, scene, prefab, dan lain-lain. Jika kita sedang melihat sebuah game object, maka yang ditampilkan oleh inspector adalah komponen yang ada di dalamnya

6.3 Import Asset Dari Unity Asset Store

1. Buka https://assetstore.unity.com/packages/2d/characters/sunny-land-103349 yang ada pada akun sebelumnya yang telah kita buat untuk mendapatkan assets tersebut, pilih Add to My Assets

alt text

2. Buka aplikasi Unity versi 2020., pilih New Project

alt text

3. Pastikan sudah login menggunakan akun Unity yang dibuat sebelumnya, Isikan nama projek, pilih lokasi penyimpanan file yang diinginkan atau dibiarkan saja dan pilih 2D, karena akan membuat game 2D platform, jika sudah Crate Project

alt text

4. Saat Unity editor sudah terbuka, pilih Windows>Asset Store (ctrl+9)

alt text

5. Saat assets store terbuka, klik icon akun kalian, pilih My Assets

alt text

6. Download Assets yang sudah ditambahkan ke whislist akun sebelumya, jika assets selesai terdwonload, klik Import

alt text

7. Download, import

alt text

8. Jendela Import assets akan muncul, kemudian klik Import

alt text

9. Import juga 2 assets sisanya yang berada dalam My Assets

alt text